Rabu, 26 Desember 2012

Waktu shalat untuk daerah Pogalan dan sekitarnya



Subuh   : 03:42
Dhuha   : 05:14
Dhuhur  : 11:36
Asar      : 15:03
Maghrib : 17:53
Isya      : 19:10


Jangan lupakan shalat ya,ADfans. . . . .
(Sumber perhitungan dari www.al-habib.info)

Ensiklopedia kecil

Tahukah Anda?
  • "... bahwa selain kemampuan kucing untuk mengarahkan badannya saat jatuh, dimiliki oleh kucing pada usia 3-4 minggu, dan baru bisa sempurna hingga usia 7 minggu?"
  • "... bahwa Shalem Center, sebuah lembaga institut riset filsafat, politik, sejarah Israel, Timur Tengah, dan Zionisme yang berada di Israel, menerbitkan jurnal umum paling besar sirkulasinya di Israel?"
  • "... bahwa penggunaan mulsa plastik banyak digunakan pada budi daya tanaman dengan sistem intensifikasi produksi, seperti tanaman hortikultura jenis sayur-sayuran?"
  • "... bahwa Hassan Sheikh Mohamud masuk dalam Time 100, sebuah daftar tahunan majalah TIME yang memuat 100 orang paling berpengaruh di dunia?"

Sabtu, 18 Agustus 2012

Astro News

Hubble Watches Star Clusters on a Collision Course
08.16.12
 
Astronomers using data from NASA's Hubble Space Telescope have caught two clusters full of massive stars that may be in the early stages of merging.
› Larger image
This is a Hubble Space Telescope image of a pair of star clusters that are believed to be in the early stages of merging. The clusters lie in the gigantic 30 Doradus nebula, which is 170,000 light-years from Earth. The Hubble observations, made with the Wide Field Camera 3, were taken Oct. 20-27, 2009. The blue color is light from the hottest, most massive stars; the green from the glow of oxygen; and the red from fluorescing hydrogen. Image Credit: NASA, ESA, R. O'Connell (University of Virginia), and the Wide Field Camera 3 Science Oversight Committee

Astronomers using data from NASA's Hubble Space Telescope have caught two clusters full of massive stars that may be in the early stages of merging. The clusters are 170,000 light-years away in the Large Magellanic Cloud, a small satellite galaxy to our Milky Way.

What at first was thought to be only one cluster in the core of the massive star-forming region 30 Doradus (also known as the Tarantula Nebula) has been found to be a composite of two clusters that differ in age by about one million years.

The entire 30 Doradus complex has been an active star-forming region for 25 million years, and it is currently unknown how much longer this region can continue creating new stars. Smaller systems that merge into larger ones could help to explain the origin of some of the largest known star clusters.

Lead scientist Elena Sabbi of the Space Telescope Science Institute in Baltimore, Md., and her team began looking at the area while searching for runaway stars, fast-moving stars that have been kicked out of their stellar nurseries where they first formed. "Stars are supposed to form in clusters, but there are many young stars outside 30 Doradus that could not have formed where they are; they may have been ejected at very high velocity from 30 Doradus itself," Sabbi said.

She then noticed something unusual about the cluster when looking at the distribution of the low-mass stars detected by Hubble. It is not spherical, as was expected, but has features somewhat similar to the shape of two merging galaxies where their shapes are elongated by the tidal pull of gravity. Hubble’s circumstantial evidence for the impending merger comes from seeing an elongated structure in one of the clusters, and from measuring a different age between the two clusters.

According to some models, the giant gas clouds out of which star clusters form may fragment into smaller pieces. Once these small pieces precipitate stars, they might then interact and merge to become a bigger system. This interaction is what Sabbi and her team think they are observing in 30 Doradus.

Also, there are an unusually large number of high-velocity stars around 30 Doradus. Astronomers believe that these stars, often called "runaway stars" were expelled from the core of 30 Doradus as the result of dynamical interactions. These interactions are very common during a process called core collapse, in which more-massive stars sink to the center of a cluster by dynamical interactions with lower-mass stars. When many massive stars have reached the core, the core becomes unstable and these massive stars start ejecting each other from the cluster.

The big cluster R136 in the center of the 30 Doradus region is too young to have already experienced a core collapse. However, since in smaller systems the core collapse is much faster, the large number of runaway stars that has been found in the 30 Doradus region can be better explained if a small cluster has merged into R136.

Follow-up studies will look at the area in more detail and on a larger scale to see if any more clusters might be interacting with the ones observed. In particular, the infrared sensitivity of NASA’s planned James Webb Space Telescope (JWST) will allow astronomers to look deep into the regions of the Tarantula Nebula that are obscured in visible-light photographs. In these areas cooler and dimmer stars are hidden from view inside cocoons of dust. Webb will better reveal the underlying population of stars in the nebula.

The 30 Doradus Nebula is particularly interesting to astronomers because it is a good example of how star-forming regions in the young universe may have looked. This discovery could help scientists understand the details of cluster formation and how stars formed in the early universe.

The members of Sabbi's team are D.J. Lennon (ESA/STScI), M. Gieles (University of Cambridge, UK), S.E. de Mink (STScI/JHU), N.R. Walborn, J. Anderson, A. Bellini, N. Panagia, and R. van der Marel (STScI), and J. Maiz Appelaniz (Instituto de Astrofisica de Andalucia, CISC, Spain).

The Hubble Space Telescope is a project of international cooperation between NASA and the European Space Agency. NASA's Goddard Space Flight Center in Greenbelt, Md., manages the telescope. The Space Telescope Science Institute (STScI) in Baltimore, Md., conducts Hubble science operations. STScI is operated by the Association of Universities for Research in Astronomy, Inc., in Washington, D.C.

Sabtu, 28 Juli 2012

Science from Mr.Adjie

Karakteristik “nanowires” kemampuan penghantar arus listrik pada sel mikro organisme.

Fenomena “nanowires” yang tergambarkan dengan jelas untuk pertama kalinya berhasil diamati dari pengamatan atas mikro-organisme Shewanella oneidensis strain MR-1 yakni suatu jenis bakteri berujud serupa untaian rambut yang berkemampuan menyalurkan listrik sepanjang juluran batang untaian rambut tersebut, hal yang mungkin tampaknya memainkan peranan kunci dalam proses respirasi pada kejadian terlontarkannya elektron keluar jauh dari sel. 
Respirasi terjadi dalam proses metabolisme dimana sejumlah organisme dalam tubuh memperoleh energi dari molekul organik yang prosesnya terjadi dalam sel dan jarinqan dalam tubuh ketika energi dan qas CO2 (carbon dioxide) dilepaskan dan diserap oleh darah guna disalurkan ke organ paru-paru. 
Fenomena yang sering disebut sebagai karakteristik “conductive pili” atau “nanowires” yakni kemampuan dari ujud mikro-organisme dalam sel untuk menghantarkan muatan listrik dalam tatanan proses metabolisme. Keberhasilan riset pengamatan atas Shewanella oneidensis strain MR-1 yang dilakukan oleh ahli biofisika Moh El-Naggar dari University of Southern California dipublikasikan dalam journal ilmiah Proceedings of the National Academy of Sciences terbitan mid Oktober yl. 

Berbeda halnya dalam proses respirasi dengan aktivasi zat oksigen yang berlangsungnya proses difusi dengan melalui proses pertukaran elektron melewati membran sel; maka untuk golongan bakteri sosok mikro-organisme Shewanella oneidensis MR-1 dalam jalannya proses respirasi diketahui berkemampuan menghantarkan energi dengan melewati sebentuk zat padat / solid non-organik ---metal oxide--- sebagai penerima elektron (electron acceptors). Sehingga oleh karenanya kalangan ahli meyakini bahwa diperlukan suatu jalan mekanisme lain dalam menyalurkan pelepasan elektron keluar hingga mencapai zat solid yang jauh diluar dari membran sel. Dan bagi kalangan ahli riset terkini mikrobiologi salah satu karakteristik yang ditengarai berkerakteristik cocok demikian adalah “nanowires” yang melekat pada sejumlah sel mikro-organisme. 

Dalam riset yang dilakukan Moh El-Naggar dkk. menumbuhkan bakteri Shewanella oneidensissedemikian rupa dalam kondisi untuk menjadikan teramatinya produksi nanowires yang melimpah serta dengan membatasi sedemikian rupa keberadaan zat metal berkarakter electron acceptors. Eksperimen pun kemudian mengaplikasikan perangkat pemindai voltase listrik. Pengamatan menunjukkan adanya arus listrik yang tersalurkan dalam konfigurasi ini. Demikian halnya ketika juluran sel nanowires disisihkan maka aliran arus listrik pun menghilang. Penelitian ini bahkan berhasil pula untuk pertama kalinya melakukan pengukuran atas besaran nominal arus listrik yang mengalir. 
Akan halnya keberhasilan riset yang untuk pertama kalinya berhasil dengan amat jelas proses kejadian fenomena nanowires berikut pemindaian atas besaran arus listrik yang terjadi menjadikannya sebagai sebuah penemuan penting bagi kajian riset terapan terkini bidang mikrobilogi. Apresiasi tertinggi akan pentingnya penemuan riset ini diungkapkan oleh kolega ilmuwan peneliti ahli mikrobiologi yakni; Gemma Reguera dari Michigan State University dan Derek Lovley dari University of Massachusetts seraya mengimbuhkan temuan riset yang membuktikan adanya arus listrik dari fenomena nanowires dalam tatanan mikroorganisme ini sebagai hasil yang menakjubkan : “fascinating...” ! 

Kamis, 12 Juli 2012

ADmin status

ADfans! sekarang misteradjie.blogspot.com akan memberlakukan sistem jadwal. Jadi, mohon dimaklumi.

Jadwal offline : 11:00 PM - 06:00 AM
                         11:30 AM - 01:00 PM

(Time stamp GMT 0)

Dan di hari ini, saya offline full 24 jam : Jumat, Sabtu.
Di hari Minggu, saya hanya online pada saat jam 23:00 PM - 06:30 AM


  • Karena ini adalah hari libur yang panjaaaaaang, jadi mungkin ADmin nggak bisa update blog ini......

Minggu, 24 Juni 2012

Technology corner of Mr.Adjie

Men-donwload video online menjadi offline dengan "RealPlayer".


      Jika kita ingin melihat video di YouTube, pasti akan menyenangkan dan bisa menjadi hiburan tersendiri. Tapi, bagaimana caranya kita bisa men-download video itu dari YouTube? Tenang saja! Ada "RealPlayer"!


       Dengan aplikasi "RealPlayer" di laptop/komputer, kita bisa men-download video dari YouTube yang online menjadi offline. Dan kita bisa menikmatinya kapan saja, dan dimana saja. Tidak hanya di YouTube saja, tapi di semua website yang mengandung video online (Mungkin beberapa alamat website tidak mendukung fungsi RealPlayer Downloader).
       Cukup klik kanan pada video online tersebut, lalu pilih "Download". Tunggu beberapa menit, selesai di-download.




         Tidak hanya itu, RealPlayer juga bisa digunakan sebagai Video player, Music player, CD Burner, bahkan Movie player! Kita juga bisa men-download video dan film langsung dari aplikasi RealPlayer tersebut.


       Nah, semoga refrensi ini bisa bermanfaat bagi anda. . . . . . .

Ayo join di akun saya!

Ayo join di akun saya!

Facebook : Adji Kuncorozia del Bangundaz
Twitter : @Adjiz_kuncoroz
Google+ : Adjie kuncorozia en bangundiano
Skype : Adjie_kuncoroez
MXit : Adjiea_kuncorde


Kamu bisa mengirimkan saran atau kritik ke account saya yang telah tertera diatas.
Anda juga bisa join ke akun saya yang ada diatas.
Terima kasih!

Asal usul sebutan ADfans

Mengapa diberi nama ADfans?
nama ADfans bukan sebuah nama tiada arti lho. Mengapa demikian?
   Saya mengambil nama untuk fans saya ialah "ADfans". Saya berusaha mencari kata yang pas di dengar. Karena nama saya awalannya "A", saya cari di kamus Bahasa Inggris di entri A. Saya cari, dan akhirnya aku menemukan kata yang sepertinya pas di telinga. Kata itu ialah "Advance". Advance berarti muthakir, yang terhebat, terobosan terbaru.
     Setelah aku menemukan kata itu, saya mulai berpikir, kata apa yang pas untuk fans saya? Aku lalu menghapus kata itu dari "Advance" ke "Advan". Saya merasa itu belum cocok!
    Lalu aku mencoba kata lain yang sesuai. Saya mengambil kata dari kata cara membacanya. Yaitu "Advens". Aku rasa itu sudah 35% cocok.
    Aku mencoba mencari kata yang pas dan cocok. Kata "Advens" aku ubah menjadi "Adfans". Kenapa demikian?
    Karena cara membaca "Fans" dan "vens" sama. Sudah 90% pas!
Tapi, fans saya akan kebingungan. Karena dimana inisial nama sang pemilik kata "adfans" itu? Aku tak cepat menyerah! Karena namaku Adji Kuncoro Bhangun", kata "Adfans" aku ubah menjadi "ADfans". Yeah! 100% Cocok! mengapa demikian?
   Lihatlah tulisan yang berwarna biru di bawah ini :

ADji kuncoro bhangun
"ADfans"

Huruf "a" dan "d" aku ubah menjadi huruf besar. Supaya nama depannya hampir sama dengan inisial-ku.
    Lalu, aku resmi-kan kata ADfans menjadi sebutan bagi fans saya yang saya cintai.
Begitu ceritanya.
  
Kesimpulannya :
ADfans memiliki makna hebat, terbaik, dan bagus. Karena saya mengambil nama ADfans dari kata "Advance".


Thank you so much for reading this article!

Pembukaan Blog Resmi misteradjie.blogspot.com

Salam ADfans!

Hari ini adalah hari blog pertama-ku dibuka. Blog ini adalah blog resmi saya. Segala macam komentar atau apapun yang bersifat positif akan saya tampilkan dalam blog ini. Tapi, saya akan menghapus kiriman anda jika :
  1. Mencela saya dan orang lain
  2. Memasukkan hal-hal negatif ke blog ini
  3. Pelecehan/Menjelekkan nama baik saya, orang lain, atau organisasi
  4. Dan lain-lain
Semoga blog ini bisa bermanfaat bagi anda, orang lain, dan planet ini.

Salam ADfans!

24 Juni 2012

The first my blog

Tes Blog Pertamaku

       Halo, ADfans! Selamat datang di Blog resmi-ku ini yang baru! Di blog ini, saya akan gunakan sebagai sarana konsultasi, sarana berkomunikasi, sarana berbagi file, dan masih banyak lagi yang saya bisa dengan blog resmi-ku ini.
       Selamat menikmati blog resmi-ku ini!